Sabtu, 02 Februari 2013

GALAU

Kemanakah akan kucari ketenangan hati 
Ketika engkau beranjak pergi 
Karena sampai saat ini engkau belum juga kembali 
Kemanakah aku temukan jatidiri 
Ketika semua penantian diriku tiada berarti
Jika waktu dapat berhenti berputar 
Aku berharap itu waktu kita sedang bahagia 
Jika waktu harus berjalan pergi 
Aku harap kamu tidak akan melupakanku

Dinginnya angin mala ini menyapa tubuhku
namun tidak dapat dinginkan panasnya hatiku
Terasa terhempasnya harga diri ini oleh sikapmu
Karena dengan mudah kau permainkan hati ini

Aku hanya bisa terdiam melihatnya
Seakan pasrah dengan semua
Karena ku mencintai, bukan aku yang dicintai
Semoga kau bahagia dengan luka ku ini
Semoga kau tenang denga penderitaan hati ini

Aku memendam rasa pada dirinya
Yang akhirnya tak bisa aku miliki
Bahkan tak mungkin ku temui
Mungkin aku..
Harusnya tak mengenalnya dan tak saling bertemu
Atau mungkin harusnya aku..
Hidup di dunia yang berbeda dengannya
Dan kini aku...
Telah kehilangan dirinya
Yang membuat hati kecilku selalu berkata
Betapa bodohnya aku..
Membiarkan cinta itu pergi menghilang
Dan hanya meninggalkan sebuah penyesalan

Pantasnya hukuman itu menyiksa diri ini
Cinta, bila ada keabadian dihatimu
Maka abadikanlah cintaku
Bersama waktu yang terus berjalan

Tak mungkin bisa ku taklukkan megahnya malam
Dari dahulu pagi akan berakhir dengan malam.
Tak mungkin ku pungkiri hasrat di jiwa ku.
Bahwasannya aku lagi menghampa.
Setelah berjuta asa ku padamkan.
Dengan rintik-rintik hujan malam ini.



Oh jiwa yang terkonyak karena cinta
Merana tak tentu arah kemana
Yang dirasa hanya derita tanpa sisa
Ku tak tahu harus kemana singgahnya
Kata sedih patah hati yang terlena
Bertanda asa hilang tak terkira
Sudah hilang sudah semua cinta
Yang dulu pernah bergelora di jiwa
Patah hati bukan hanya cerita
Kini telah terjadi sudah
Semua yang kutakutkan terjadi
Kini telah terjadi dan hatiku sedih bercampur luka
Cinta itu bagaikan air dingin yang menyejukkan, saat cinta datang kita merasa bahagia, saat cinta membelai kita merasa terlena, dan saat cinta pergi yang tinggal hanya KECEWA.

Aku bahagia melihatmu tersenyum, meski dalam hati sakit karena senyummu tak lagi untukku.

Jika memang cinta tak mampu mengembalikanmu padaku, aku yakin cinta akan mempertemukan kita pada kehidupan yang akan datang

Aku tidak pernah tahu kebahagiaan sesungguhnya sampai saat aku mendapatkanmu, aku tidak pernah tahu derita sebenarnyasampai saat aku kini kehilanganmu, terima kasih telah mengenalkanku pada kedua rasa yang tidak akan ku lupa

Aku tidak menangis karena kehilanganmu, tetapi mengetahui kamu tidak pernah berusaha tuk mencegahku pergi

Jujur aku cukup bahagia bisa menjadi sahabatmu, tapi aku juga tidak bisa memungkiri betapa sedihnya hati ini tidak bisa memiliki cintamu

Haruskah aku tersenyum penuh bahagia karena menjadi sahabatmu, atau menagis dalam perih derita karena tidak bisa lebih dari itu

Aku tersenyum, itu caraku menghiasi luka. Aku tertawa, itu caraku untuk sembunyi.

Kini terakhir ku mengenalmu, kini terakhirku menyapamu, bila nanti kau ingin kembali, tunggu...sampai aku mati..

Kau datang saat hati ini hampa dan kau pergi saat hati ini penuh olehmu



IemaSky89@yahoo.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar